Teknologi Budidaya Pisang

Di Indonesia, komoditas pisang menduduki tempat pertama di antara jenis buah-buahan lainnya, baik dari segi luas pertanamannya maupun dari segi produksinya. Total produksi pisang Indonesia tahun 2006 berkisar antara 5.037.472 ton dan Lampung menyumbang 535.732 ton, atau 10,654% dari produksi pisang nasional Tanaman pisang yang dikembangkan di Lampung cukup beragam, umumnya yang dibudidayakan adalah jenis Kepok, Raja Sere, Ambon Kuning, Tanduk, Janten, Muli, pisang Susu, dan Cavendish. Namun produksi pisang di Lampung hanya 10,0- 15,0 ton/ha, padahal potensi produktivitasnya mencapai 35,0-40,0 ton/ha. Kesenjangan produktivitas tersebut terutama disebabkan teknik budidaya tidak tepat dan tingginya gangguan hama dan penyakit terutama oleh serangan dua penyakit paling berbahaya dan mematikan, yaitu penyakit layu bakteri atau penyakit darah yang disebabkan oleh bakteri Ralstonia=Pseudomonas solanacearum dan penyakit layu Fusarium atau penyakit Panama yang disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum f. sp. cubense (FOC). Kedua penyakit ini bersifat laten, sukar dikendalikan, mudah berpindah dan mampu bertahan di dalam tanah dalam jangka waktu yang cukup lama. Petani di Lampung berusahatani pisang dengan sistem pekarangan dan skala kecil. Sistem ini terbukti sangat menolong kesejahteraan petani karena tidak tergantung pada satu komoditas saja, disamping itu ekologi pekarangan dapat terjaga dengan baik dengan adanya multi-komoditas. Meskipun demikian untuk menunjang agroindustri pedesaan, perlu diseragamkan penggunaan jenis pisang yang ditanam, karena pada umumnya sistem pekarangan menggunakan jenis pisang yang bermacam-macam.

Baca lebih lanjut

Iklan