Rendering atau Proses Pemurnian Lemak

Rendering (proses pemurnian lemak) adalah proses yang mengubah jaringan ampas (jaringan tidak berguna) hewan menjadi stabil atau dari bahan yang tidak berguna menjadi bahan yang berguna. Rendering dapat mangacu pada semua proses dari hasil produk sampingan menjadi bahan yang lebih berguna, atau lebih sempit lagi untuk me-Rendering (mengubah) seluruh lemak hewani menjadi lemak murni seperti lemak babi atau lemak tallow (lemak yang digunakan membuat lilin). Rendering dapat diaplikasikan pada sector industry, pertanian atau skala dapur.

Sebagian besar dari pemprosesan jaringan ini terjadi pada rumah pemotongan hewan, akan tetapi juga terjadi di restoran dan rumah pemotongan hewan. Selain itu, daging yang telah kadaluwarsa dari toko bahan makanan,bangkai hewan serta juga hewan yang mati pada peternakan, kebun binatang ataupun juga rumah sakit hewan. Bahan ini dapat meliputi jaringan lemak, tulang, jeroan, serta seluruh bagian tubuh dari hewan yang tidak dijual di rumah pamotongan hewan, termasuk juga hewan yang mati diperjalanan menuju rumah pemotongan hewan, dsbg. Daging yang paling umum ditemui adalah daging sapi, daging babi, domba dan unggas.
Proses Rendering secara bersamaan mengeringkan bahan dan memisahkan lemak dari tulang dan protein. Sebuah proses rendering menghasilkan komoditas lemak (kuning lemak, pilihan minyak putih, lemak kalengan, dll) dan makan protein (daging & tulang makan, makan unggas produk sampingan, dll).  Baca lebih lanjut

Iklan

Teknologi Pengolahan Sampah

Pernah mendengar PLTSa? Pembangkit Listrik Tenaga Sampah? Suatu isu yang sedang hangat dibicarakan di Kota Bandung, sebuah kota besar di Indonesa yang beberapa waktu yang lalu pernah heboh karena keberadaan sampah yang merayap bahkan hingga badan jalan-jalan utamanya. Jangankan jalan utama, saat Anda memasuki Bandung menuju flyover Pasupati, Anda pasti akan disambut dengan segunduk besar sampah yang hampir menutupi setengah badan jalan. Itu dulu. Sekarang, Kota Bandung sudah kembali menjadi sedia kala dan solusi PLTSa-lah yang sedang diperdebatkan.

Tujuan akhir dari sebuah PLTSa ialah untuk mengkonversi sampah menjadi energi. Pada dasarnya ada dua alternatif proses pengolahan sampah menjadi energi, yaitu proses biologis yang menghasilkan gas-bio dan proses thermal yang menghasilkan panas. PLTSa yang sedang diperdebatkan untuk dibangun di Bandung menggunakan proses thermal sebagai proses konversinya. Pada kedua proses tersebut, hasil proses dapat langsung dimanfaatkan untuk menggerakkan generator listrik. Perbedaan mendasar di antara keduanya ialah proses biologis menghasilkan gas-bio yang kemudian dibarak untuk menghasilkan tenaga yang akan menggerakkan motor yang dihubungkan dengan generator listrik sedangkan proses thermal menghasilkan panas yang dapat digunakan untuk membangkitkan steam yang kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin uap yang dihubungkan dengan generator listrik. Baca lebih lanjut