GAP Untuk Meningkatkan Mutu Produk Sayuran

Produk sayuran Indonesia sering diekspor ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia, namun terkadang mendapat penolakan karena setelah sampelnya diuji di laboratorium ternyata residu pestisidanya melebihi ambang batas yang diperbolehkan. Hal ini terjadi karena penyemprotan pestisida yang berlebihan pada saat pertanaman sehingga pada saat panen, produk sayuran yang dihasilkan tidak memenuhi syarat kualitas yang ditentukan oleh negara tetangga tersebut. Sayuran merupakan jenis tanaman yang rentan terhadap bahaya residu pestisida yang berlebihan karena sifat pertanamannya yang hanya semusim, tidak tahunan seperti buah-buahan misalnya.

Salah satu cara untuk mencegah berulangnya kejadian tersebut adalah dengan menerapkan Good Agriculture Practices (GAP) Sayuran atau Pedoman Budidaya Sayuran yang Baik. GAP adalah pedoman umum dalam melaksanakan budidaya yang benar untuk menjamin kualitas produk dan keamanan petani maupun konsumen serta ramah lingkungan.Tujuan diterapkannya GAP adalah untuk meningkatkan daya saing produk sayuran Indonesia di pasar domestik dan internasional yang ditunjukkan oleh peningkatan pangsa ekspor dan atau penurunan impor, tentunya dengan meningkatkan mutu produk sayuran kita. Baca lebih lanjut

Iklan