Budidaya Tanaman Mangga ( MANGIFERA INDICA )

buah mangga

1. PELUANG AGRIBISNIS

Mangga merupakan tanaman buah yang tetap menjadi buah favorit masyarakat Indonesia. Buah mangga yang matang merupakan buah meja yang banyak digemari. Mangga yang muda dapat diawetkan dengan kadar gula tinggi menjadi manisan baik dalam bentuk basah atau kering. Di luar negeri mangga adalah buah eksotik yang banyak penggemarnya dan termasuk buah impor yang mahal.
Potensi Indonesia untuk mengekspor mangga begitu besar, tetapi pemanfaatannya tidak maksimal. Untuk mensuplai kebutuhan mangga luar negeri yang harus kontinyu dan standard mutu tidak berubah. Untuk itu diperlukan pengembangan agribisnis mangga yang mencakup areal tanam luas dengan kultur teknis dan pasca panen yang terkendali.
2. KEUNGGULAN KOMPARATIF
Kabupaten Sumedang memiliki potensi yang besar untuk pengembangan mangga. Pemasaran mangga dari Kabupaten Sumedang bukan hanya di wilayah Sumedang tapi juga Bandung dan Jakarta terutama untuk jenis gedong gincu dan arumanis.

Sejalan dengan rencana pemerintah dalam pembangunan waduk jatigede yang diperkirakan akan memacu perkembangan sektor pariwisata, diperkirakan kebutuhan mangga di Kabupaten Sumedang akan mengalami peningkatan.

3. LINGKUNGAN BUDIDAYA
3.1. Iklim
–       Tanaman mangga cocok di daerah dengan musim kering selama 3 bulan.
–       Masa kering diperlukan sebelum dan sewaktu berbunga.
–       Jumlah bulan kering 4-5 bulan
–       Jika ditanam di daerah basah, tanaman mengalami banyak serangan hama dan penyakit serta gugur bunga/buah jika bunga muncul pada saat hujan.
–       Curah hujan 500-2500mm/tahun
–       Suhu 22-270C
–       Angina tidak kencang
3.2. Media Tanam
–       Tanah yang baik untuk budidaya mangga adalah gembur mengandung pasir dan lempung dalam jumlah yang seimbang.
–       Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok adalah 5.5-7.5. Jika pH di bawah 5,5 perlu pengapuran
–       Cocok ditanam pada daerah dataran rendah dan menengah dengan ketinggian 0-500 m dpl
4. WILAYAH PENGEMBANGAN
Wilayah pengembangan tanaman mangga di Kabupaten Sumedang adalah Kecamatan Jatigede, Tomo, Ujungjaya, Conggeang
5. TEKNOLOGI  BUDIDAYA
5.1. Syarat bibit
–          Merupakan mangga yang tergolong  varietas bermutu (arumanis, golek,  gedong gincu dll)
–          Tinggi bibit antara 80-100 cm dan diameter 1,5 cm
–          Warna batang hijau tua kecoklatan, bentuk batang lurus dan tidak bercabang
–          Warna daun hijau mengkilap
–          Bibit sebaiknya telah berumur > 6 bulan
–          Bibit berasal dari perbanyakan vegetatif (okulasi atau sambung pucuk)
5.2. Penyiapan Bibit
1) Perbanyakan dengan Biji
–      Biji dipilih dari tanaman yang sehat, dan kuat. Biji dikeringanginkan dan kulitnya dibuang.
–       Siapkan kotak persemaian ukuran 100 x 50 x 20 cm dengan media tanah kebun dan pupuk kandang (1:1), biji ditanam pada jarak 10-20 cm.
–       Dapat pula  mangga disemai dikebun dengan jarak tanam 30 x 40 cm atau 40 x 40 cm di atas tanah yang gembur.
–       Persemaian diberi naungan dari plastik/sisa-sisa tanaman, tetapi jangan sampai udara di dalam persemaian menjadi terlalu lembab.
–       Biji ditanam dengan perut ke arah bawah supaya akar tidak bengkok.
–       Selama penyemaian, bibit tidak boleh kekurangan air.
–       Pada umur 2 minggu bibit akan berkecambah. Jika dari 1 biji terdapat lebih dari 1 anakan, sisakan hanya satu yang benar-benar kuat dan baik.
–       Bibit di kotak persemaian harus dipindahtanamkan ke dalam polybag jika tingginya sudah mencapai 25-30 cm. Seleksi bibit dilakukan pada umur 4 bulan, bibit yang lemah dan tumbuh abnormal dibuang.
–       Pindahtanam ke kebun dilakukan jika bibit telah berumur 6 bulan.
–       Perbanyakan dengan biji biasanya hanya dilakukan untuk penyemaian batang bawah
2) Okulasi
Perbanyakan terbaik adalah dengan okulasi (penempelan tunas dari batang atas yang buahnya berkualitas ke batang bawah yang struktur akar dan tanamannya kuat). Batang bawah untuk okulasi adalam bibit di persemaian yang sudah berumur 9-12 bulan. Setelah penempelan, stump (tanaman hasil okulasi) dipindahkan ke kebun pada umur 1,5 tahun. Okulasi dilakukan di musim kemarau agar bagian yang ditempel tidak busuk.
3) Pencangkokan
Batang yang akan dicangkok memiliki diameter 2,5 cm dan berasal dari tanaman berumur 1 tahun. Panjang sayatan cangkok adalah 5 cm. Setelah sayatan diberi tanah dan pupuk kandang (1:1), lalu dibungkus dengan plastik atau sabut kelapa.
5.3. Penyiapan Media Tanam
–          Bersihkan areal lahan yang akan ditanami dari gulma, batu-batuan dan kerikil yang sekiranya akan menggangu pertanaman
–          Buat teras bila kemiringan lahan > 10%
–          Setelah lahan bersih tentukan titik dan jarak tanam dengan cara menggunakan tambang plastik/raffia. Jarak tanam untuk mangga bervariasi yaitu 5 x 5 m,  10 x 10 m dan 10 x 12 m. Ketinggian tanaman diupayakan dibentuk dengan ketinggian 3-4 m
–          Buatlah lubang tanaman berukuran 60 x 60 x 60 cm untuk tanah gembur, sedangkan tanah berbatu 100 x 100 x100 cm bila lubang dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm dibuat dengan cara menggali tanah dengan kedalaman 30 cm dan simpan di sebelah kiri, selanjutnya tanah digali lagi dengan kedalaman 30 cm dan disimpan di sebelah kanan, pasang ajir pada tengah-tengah lubang dan biarkan tanah 1 bulan agar kemasamannya berkurang
5.4. Penanaman
–          Penanaman sebaiknya dilakukan awal musim penghujan pada sore hari agar bibit mempunyai kesempatan memperoleh udara sejuk malam hari
–          Tanah galian dari lubang yang disimpan di sebelah kiri setelah satu bulan diaduk dengan pupuk kandang 10 kg lalu masukan ke lubang demikian juga tanah yang disimpan disebelah kanan diaduk dengan pupuk kandang 10 kg dan dimasukan kedalam lubang tanaman
–          Ambil bibit yang bersertifikat (klonal tunggal) kemudian buka polybag/keranjang dengan mengguntingnya terlebih dahulu bagian bawah kemudian bagian samping
–          Cabut ajir di titik lubang dan galilah gundukan tanah 30 cm.
–          Bibit ditanam 5 cm diatas pangkal batang dan diberi pupuk NPK 10-25 gram secara ditabur lalu ditutup dengan tanah
–          Letak bibit harus tegak lurus. Bibit okulasi dihadapkan kearah datangnya angin agar tunas tempelan tidak patah. Bila bibit sambungan arah celah sambungan tegak lurus dengan arah angin
–          Setelah ditanam pasang ajir dan ikat batang dengan tali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s