Pengawetan Dedak Padi dengan cara Fermentasi

indexDedak Padi
Dedak padi merupakan hasil samping penggilingan padi. Ketersediaanya sepanjang tahun berfluktuasi. Kondisi ini disebabkan karena dedak padi pada musim panen melimpah, sebaliknya pada musim kemarau berkurang. Selain itu, dedak padi tidak dapat disimpan lama. Keadaan ini disebabkan karena aktifitas enzim yang dapat menyebabkan kerusakan atau ketengikan oksidatif pada komponen minyak yang ada dalam dedak padi.

Penyimpanan dedak padi dengan cara fermentasi anaerob dapat dilakukan untuk mengatasi kerusakan dedak padi. Teknologi ini dapat memperpanjang waktu simpan dedak padi dan dapat menurunkan kandungan asam fitat dedak padi sehingga penggunaannya dapat lebih maksimal dalam ransum.

 

Fermentasi
Fermentasi merupakan proses pemecahan senyawa organic menjadi senyawa sederhana dengan melibatkan mikroorganisme. Tujuan fermentasi adalah untuk meningkatkan kandungan nutrisi suatu produk sehingga menjadi lebih baik dan dapat menurunkan zat anti nutrisi. Teknologi fermentasi anaerob yang digunakan pada pengawetan dedak padi dapat memanfaatkan starter Bakteri Asam Laktat (BAL). Penambahan BAL akan mempercepat proses fermentasi.
Bakteri Asam Laktat (BAL)
BAL adalah bakteri anaerob fakultatif yang dapat hidup pada tanaman, saluran pencernaan hewan maupun manusia. Bakteri ini dapat menjaga mutu makanan karena dapat mengendalikan pertumbuhan bakteri pengganggu dan pembusuk dengan memproduksi asam organic, hydrogen peroksida, diasetil, dan bakteriosin.

Pembuatan Dedak Padi Fermentasi
Dedak padi yang akan diawetkan adalah dedak padi yang masih baru dan segar. Dedak padi selanjutnya ditambah air (50% dari berat dedak padi). Air yang ditambahkan sebelumnya dicampur terlebih dahulu dengan molasses (3% dari berat dedak padi). Dedak padi yang telah ditambah air diaduk-aduk sampai merata, selanjutnya dimasukkan drum atau kantong plastic dan ditutup rapat-rapat.

Hasil penelitian Balitnak, dedak padi yang sudah dimasukkan drum atau plastic selanjutnya difermentasi selama 2 bulan pada suhu kamar. Apabila dalam pembuatan dedak padi fermentasi molasses sukar diperoleh, maka molasses dapat diganti dengan gula pasir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s