PENGOLAHAN HASIL PANEN MANGGA MENJADI SARI BUAH


Buah mangga merupakan salah satu buah musiman yang sangat digemari baik sebagai buah segar maupun dalam bentuk olahannya. Musim buah mangga di Indonesia pada bulan Agustus sampai Desember untuk mangga Arumanis, Golek dan Manalagi, sedangkan untuk mangga Gedong musimnya jatuh lebih awal. Namun untuk daerah Jambi, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Sulawesi Selatan musim mangga di luar bulan bulan tersebut. Keadaan seperti itu menguntungkan, karena buah mangga dapat tersedia hampir sepanjang tahun.

Seperti halnya buah-buahan lainnya, buah mangga mempunyai daya simpan yang singkat. Dalam waktu 3-4 hari setelah matang penuh, daging buah sudah lunak, permukaan kulit bauhnya banyak bercak warna coklat akibat penyakit pascapanen. Penanganan pascapanen yang kurang hati-hati akan memperbesar jumlah kerusakan. Selain kerusakan mekanis dan mikrobiologis, kehilangan susut bobot selama dalam penanganan mulai dari panen sampai ke pemasaran cukup besar.

Untuk menekan besarnya kerugian akibat kehilangan bobot karena kerusakan buah dan proses pengupan air, maka penanganan pascapanen buah harus benar-benar diperhatikan. Pengolahan buah mangga menjadi berbagai jenis olahan adalah salah satu cara untuk menyelamatkan hasil panen yang berlimpah pada saat panen raya, produk lebih awet dan jangkauan pemasarannya menjadi lebih luas dengan resiko kerusakan yang lebih kecil.

Berikut salah satu produk yang dibuat langsung dari buah mangga yaitu pengolahan sari buah mangga:

Sari buah mangga dapat dibuat dari semua jenis buah mangga baik mangga untuk buah segar dengan nilai ekonomi tinggi (mangga Arumanis, Gedong, Cengkir dan Golek) atau dapat pula menggunakan buah mangga rucah (Kopyor, Bapang dan Kweni). Untuk jenis buah komersial, kita dapat memanfaatkan buah mangga grade C atau D (ukuran buah lebih kecil berat ± 250 g), kulit buah tidak mulus, bentuk kurang baik, tetapi tidak rusak mekanis atau rusak mikrobiologis. Buah yang akan diolah menjadi sari buah harus yang matang optimum, sehingga untuk menyeragamkan kematangannya harus diperam terlebih dahulu. Prinsip pengolahan sari buah mangga adalah penghancuran daging buah, pengenceran menjadi sari buah, penyeimbang rasa asam manis, dan pengawetan. Untuk membuat sari buah yang enak, pengenceran bubur buah terbaik adalah 1:3, artinya bagian bubur buah ditambah dengan 3 bagian air.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s