MENGUAK MANFAAT BUAH NAGA

Buah naga  termasuk pendatang baru yang turut meramaikan bursa buah-buahan di Indonesia. Konon, buah berwarna merah menyala dan bersisik hijau ini berasal dari Meksiko, Amerika tengah, dan Amerika Utara. Namun, justru buah naga lebih dikenal dan dikembangkan di Asia, seperti Vietnam, Thailand, TaiwanFilipinaMalaysia dan Indonesia. Malah di China Selatan atauVietnam (thang loy=dragon fruit), buah ini dijadikan sebagai persembahan pada tradisi religius mereka karena dianggap mampu mengundang keberkahan.

Pulau Madura adalah salah satu penghasil buah naga. Dengan kondisi dan struktur tanah kapur di pulau tersebut, buah naga tumbuh lebih subur dan menghasilkan buah yang lebih manis dibanding buah naga yang dikembangkan di Pulau Jawa, seperti di Mojokerto, Jember, Malang, Pasuruan, Banyuwangi dan Ponorogo. Memang, pertumbuhan dan perkembangan tanaman ini akan lebih baik dibudidayakan di daerah dataran rendah antara 0 – 350 m dpl, suhu ideal 26o – 36oC, kelembaban 70-90% dengan curah hujan 720 mm/tahun. Tanahnya harus beraerasi baik dengan pH tanah 6,5 – 7 atau bersifat sedikit alkalis.

Dengan pemilihan dan penanaman benih serta perawatan tanaman yang baik, rata-rata produksi per minggu per 1.000 populasi buah naga untuk tahun pertama, kedua dan ketiga dapat dihasilkan berturut-turut 768 kg,  1.800 kg, dan 4.300 kg dengan ukuran berat per buah 400-500 g. Apabila baik perawatannya, setelah buah ini ditanam mampu bertahan lebih dari sepuluh tahun, lho! Dengan teknik pertanian yang intensif, agribisnis buah naga menjanjikan prospek yang cukup ekonomis dan menguntungkan.

Harga buah naga per kilogram di supermarket dan swalayan saat ini relatif masih cukup tinggi yaitu sekitar Rp 30 – 40 ribuan. Penetapan harga buah unik ini sangat tergantung pada penampilan luar dan manis rasanya.

Kesegaran buah naga pasca panen dapat dipertahankan hingga 25 hari dengan syarat ruang penyimpanannya memiliki konsentrasi O2 kurang dari 8%, CO2 lebih dari 2%, kelembapan udara lebih dari 80% dengan suhu sekitar 13-15oC.

Buah yang awalnya disebut pitahaya atau pitaya roja ini termasuk dalam kelompok tanaman kaktus atau famili Cactaceae dan subfamili Hylocereanea. Dalam subfamili ini terdapat beberapa genus, sedang buah naga termasuk dalam genus Hylocereus. Genus inipun terdiri sekitar 16 spesies. Empat diantaranya memiliki buah yang komersial, yaitu Hylocereus undatus (buah berwarna merah, berdaging putih),  Hylocereus polyrhizus (buah merah muda, berdaging merah),Selenicereus megalanthus  (kulit buah kuning, berdaging buah putih) dan Hylocereus costaricensis (buah naga daging super merah).

Buah naga lazim dikonsumsi dalam bentuk buah segar sebagai pemuas dahaga. Ini tak heran, karena kadar airnya cukup tinggi yaitu sekitar 90,20 % dari berat buahnya dengan kadar gula mencapai 13-18 briks. Kandungan nutrisi lainnya: karbohidrat (11,5 g), asam (0,139 g), protein (0,53 g), serat (0,71 g), kalsium (134,5 mg), fosfor (8,7 mg), magnesium (60,4 mg) dan vitamin C (9,4 mg). Walaupun belum dapat ditentukan jumlahnya, buah eksotik ini ditengarai juga mengandung vitamin B1, B2 dan B3.

Menurut organisasi yang khusus meneliti buah naga merah, buah ini cukup kaya vitamin dan mineral yang membantu meningkatkan daya tahan dan metabolisme tubuh. Pakar lain menyebutkan pula bahwa buah naga kaya akan potasium, ferum, protein, serat, sodium dan kalsium. Namun yang pasti, buah naga tinggi serat sebagai pengikat zat karsinogen penyebab kanker dan memperlancar proses pencernaan.

Dari sumber yang dapat dipercaya, buah naga dimanfaatkan pula untuk menyeimbangkan kadar gula dalam darah, pelindung kesehatan mulut, pencegah kanker usus, mengurangi kolesterol, pencegah pendarahan dan mengobati keluhan keputihan. Tambahannya lagi, buah naga merah memberikan efek mengurangi tekanan emosi, menetralkan toksik dalam darah, mencegah demam badan, menambah selera makan, menambah kelicinan, kehalusan kulit serta mencegah jerawat.

Secara keseluruhan, setiap buah naga merah mengandung protein yang mampu meningkatkan metabolisme tubuh dan menjaga kesehatan jantung; serat (mencegah kanker usus, kencing manis dan diet); karotin (kesehatan mata, menguatkan otak dan mencegah masuknya penyakit), kalsium (menguatkan tulang).

Kalaupun kita bosan memakannya dalam bentuk segar, buah naga dapat disajikan pula dalam bentuk jus (sari buah), manisan, selai atau beragam bentuk penyajian sesuai selera.

 

About kurniawanadha

i'm the man

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s