Tandan Kosong Kelapa Sawit Digunakan Sebagai Bahan Pembuat Kertas

Salah satu konsep dalam pengembangan industri berkelanjutan adalah menggabungkan effisiensi dan ekologi atau yang lebih dikenal dengan ekoeffisiensi. Prinsipnya yaitu memanfaatkan pelayanan ekologi lingkungan sebagai masukan produksi sehingga biaya produksi menjadi lebih rendah, meningkatkan keuntungan dan daya saing terhadap industri lain yang sejenis (Wardhanu, 2009). Untuk itu pemanfaatan limbah agar berdaya guna dan bernilai ekonomis sangat diperlukan.
Pembuatan tankos sebagai pulp dilakukan dengan proses soda-soda AQ. Adapun cara pembuatan pulp dari tankos untuk skala laboratorium menurut Direktorat Jendral Industri Agro dan Kimia (2009), adalah sebagai berikut:

  • Bahan baku tankos diambil, dibersihkan dari buah sawit dan kotoran, karena hal ini akan berpengaruh terhadap kualitas kertas terutama warna. Kemudian dilakukan pemotongan bahan atau penyerpihan dengan memakai mesin chipper. Ukuran serpihan antara 3-8 cm, dengan maksud untuk mendapatkan ¬†kemasakan pulp yang merata. Selanjutnya dilakukan pemisahan pith (sari,ampas) yang bertujuan untuk mengurangi pemakaian soda pada saat masak, menurunkan angka kemasakan (bilangan kappa), dan menghindari kotoran yang terikut di dalam pulp. Penyaringan dengan ayakan berukuran 20 mesh.
  • Memakai NaOH sebagai alkali untuk untuk pulp yang belum dan sudah putih.
  • Pemasakan menggunakan digester mini berkapasitas 1.350 gr (6 tabung) dengan suhu 170 0C selama 2 jam menuju maksimum dan ditambah 2 jam lagi.
  • Pemutuhan dan lembaran pulp. Pemutihan dilakukan dengan tiga tahap yaitu C/E/H atau Chlorinasi, Ekstraksi, dan Hipoklorit. Setelah proses pemasakan dilakukan proses pencucian, penyaringan, dan pemutihan. Penggilingan dilakukan dengan alat gilingan kayu (Valley Beater). Waktu yang diperlukan untuk pulp putih tankos lebih lama dari pada bahan lain.
  • Dari pembuatan pulp tankos diketahui serat tankos termasuk serat pendek <1mm, perbandingan tebal dinding serat dengan lumen sama dengan bilangan Runkel dan cukup baik, makin kecil bilangan Runkel semakin baik (<1). Kadar selulosa 45,19% Kelarutan air panas, air dingin, NaOH cenderung turun setetalah mengalami pemisahan pith. Indeks retak dan tarik cukup tinggi, sedangkan indesk sobek masih dalam batas yang diijinkan. Rendemen 45%, derajat putih 82%,derajat giling 33-430SR, sehingga tankos sangat baik untuk dibuat pulp.
    Rendemen yang dihasilkan dari pemanfaatan tankos menjadi pulp adalah 45 %, sehingga dari potensi tankos yang ada di Propinsi Bengkulu sebesar 464.400 ton per tahun maka dapat menghasilkan pulp sebanyak 208.980 ton per tahun. Menurut Direktorat Jendral Industri Agro dan Kimia (2009), sebagian besar industri pulp dan kertas nasional pabrik tua yang menggunakan teknologi lama dan kapasitas kecil yaitu kurang dari 100.000 ton per tahun. Sehingga dari potensi pulp yang dihasilkan sekitar 208.980 ton per tahun di Propinsi Bengkulu dimungkinkan untuk dibangun industri pulp dengan kapasitas kecil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s