SISTEM PERANGKAP GAS KARBON INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH

limbah pksPemanasan global merupakan isu lingkungan yang paling banyak mendapatkan sorotan dalam dekade ini. Pengaruh pemanasan global diantaranya adalah perubahan iklim, naiknya muka air laut serta peningkatan suhu permukaan bumi dan lain sebagainya. Tanda-tanda pemanasan global seperti perubahan iklim juga terjadi di negara kita, dimana dalam sepuluh tahun terakhir kita sudah mengalami beberapa periode musim kemarau yang berkepanjangan dan naiknya permukaan air laut terlihat dari beberapa daerah yang dekat dengan pantai mengalami bencana banjir. Salah satu penyebab pemanasan global adalah efek rumah kaca yang terutama disebabkan oleh pencemaran udara oleh gas-gas karbon seperti gas karbondioksida, gas metana dan lain sebagainya.

Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli, emisi gas metana merupakan salah satu gas rumah kaca yang 21 kali lebih berpotensi menyebabkan efek rumah kaca dibandingkan dengan karbondioksida. Namun di sisi lain, gas metana juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber energi alternatif yang dikenal dengan nama biogas.

Gas metana umumnya terbentuk dari berbagai macam limbah organik seperti sampah biomassa, kotoran hewan dan manusia dan juga limbah dari pabrik kelapa sawit. Konversi limbah pabrik kelapa sawit menjadi biogas dilakukan melalui proses anaerobic digestion mempunyai keuntungan sebagai berikut:

  • Energi biogas dapat digunakan sebagai energi pengganti bahan bakar fosil,
  • Penggunaan biogas sebagai bahan bakar akan mengurangi gas metana di udara sehingga efek rumah kaca dapat dikurangi,
  • Aplikasi anaerobic digestion dapat meminimalkan efek negatif dari limbah dan meningkatkan nilai manfaat limbah pabrik kelapa sawit.

Anaerobic digestion adalah sebuah proses degradasi material organik tanpa melibatkan oksigen. Lebih dari 50% gas yang dihasilkan berupa metana. Material organik yang terkumpul pada digester (reaktor) akan diuraikan menjadi dua tahap dengan bantuan dua jenis bakteri. Tahap pertama, material organik akan didegradasi menjadi asam lemah dengan bantuan bakteri pembentuk asam. Bakteri ini menguraikan limbah kelapa sawit pada tingkat hidrolisis dan asidifikasi.

Hidrolisis adalah penguraian senyawa kompleks atau senyawa rantai panjang seperti lemak, protein, karbohidrat menjadi senyawa yang sederhana. Sedangkan asidifikasi yaitu pembentukan asam dari senyawa sederhana. Setelah material organik berubah menjadi asam, maka tahap kedua dari proses anaerobic digestion adalah pembentukan gas metana dengan bantuan bakteri pembentuk metana seperti methanococcus, methanosarcina, dan methanobacterium. Gas metana inilah yang dapat menyebabkan efek rumah kaca, namun dapat pula di konversi menjadi sumber biogas. Oleh karena itu, sebelum dilepas ke atmosfir, gas metana ini harus ditangkap, kemudian ditampung melalui jaringan pipa yang selanjutnya dibakar atau sebagai sumber biogas (liquid biogas) atau diubah menjadi listrik melalui generator.skema

Skema tahap-tahap anaerobic digestion

Salah satu instalasi pengolahan limbah di sebuah perkebunan kelapa sawit adalah pemasangan suatu lapisan yang sangat kedap di atas timbunan limbah tersebut, yang diletakkan sedemikian rupa sehingga gas metana terperangkap di bawah lapisan kedap ini yang kemudian dialirkan ke suatu penampungan tertentu.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s