KAJIAN PENERAPAN SNI DI INDUSTRI

 Standar merupakan sarana komunikasi yang efektif antara produsen dan konsumen terhadap mutu suatu produk yang telah disepakati bersama. Di Indonesia standar yang diberlakukan secara nasional adalah SNI yang disusun berdasarkan consensus dan bersifat sukarela. SNI tidak mempunyai nilai bila tidak diterapkan oleh pelaku pasar.

Hasil sensus menunjukkan bahwa Industri yang menerapkan standar sebanyak 3.914 industri (sekitar 13%), termasuk diantaranya industri yang menerapkan SNI yaitu sebesar 2.971 industri (9.8%) dengan rincian industri skala besar adalah 1.397 industri (4.6%) dan industri skala sedang sebesar 1.574 industri (5.2%).

Dalam tulisan ini disajikan data jumlah industri pengguna SNI, pengguna SNI berdasarkan kelompok industri dan pengguna SNI berdasarkan propinsi. Industri penerap SNI yang paling besar terkonsentrasi pada sektor ISIC 15540 (industri minuman ringan) sebanyak 164 industri (5,4%), ISIC 14141 (industri minyak kasar/minyak makan dari nabati dan hewani) sebesar 115 industri (3,9%), ISIC 36101 (industri furnitur dari kayu) sebanyak 114 industri (3,9%) dan ISIC 18101 (industri pakaian jadi dari tekstil) sebanyak 110 industri (3,7%). Daerah industri yang paling banyak menerapkan standar adalah Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Kendala/kendala penerapan SNI diperoleh dalam survei lapangan ke 13 kota dengan total responden sebanyak 146 industri. Hasil survei lapangan menunjukkan bahwa alasan penggunaan SNI oleh industri antara lain karena penerapan SNI diberlakukan wajib oleh pemerintah (23 responden), memudahkan keberterimaan pasar (21 responden), permintaan pelanggan (17 responden) dan alasan untuk meningkatkan image perusahaan (17 responden).

Hambatan industri dalam menerapkan SNI antara lain karena proses sertifikasi tidak mudah (9 responden) dan biaya pengujian/sertifikasi mahal (9 responden). Responden lain yang tidak menerapkan SNI memberikan alasan antara lain karena pasar tidak memerlukan sertifikasi SNI (30 responden) dan industri standar pembeli (16 responden).

Standar merupakan sarana komunikasi yang efektif antara produsen dan konsumen terhadap mutu suatu produk yang telah disepakati bersama. Melalui kegiatan standardisasi, kepentingan masing-masing pihak, baik produsen maupun konsumen dapat diperhatikan dan menjadi faktor penguat daya saing, pelancar transaksi perdagangan, serta pelindung kepentingan umum. Standar yang diberlakukan di Indonesia adalah Standar Nasional Indonesia (SNI).

Standar Nasional Indonesia adalah dokumen yang memuat ketentuan, pedoman dan/atau karakteristik dari suatu kegiatan, barang atau jasa yang dirumuskan secara konsensus oleh pihak terkait dan ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN). SNI bertujuan untuk memperlancar transaksi perdagangan dan melindungi kepentingan konsumen serta meningkatan daya saing produk Indonesia di pasar global, karena pasar global menekankan pentingnya menerapkan standar mutu produk.

Pada dasarnya, SNI tidak wajib dan bersifat sukarela, namun bila regulator mengadopsi ke dalam spesifikasi teknis regulasi, maka SNI menjadi wajib dan mengikat bagi industri yang ingin mencantumkan tanda SNI pada produknya.

Cara memperoleh SNI, perusahaan harus lulus uji pemeriksaan pemilihan bahan baku, proses produksi, standar mutu, termasuk aspek keamanan, kesehatan, dan lingkungan yang dilakukan oleh lembaga sertifikasi produk yang telah diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional.

Keberhasilan program SNI dapat diukur antara lain melalui tingkat penerapannya di lapangan oleh pihak terkait, misalnya digunakan sebagai acuan dalam mutu produk, proses produksi, metode uji, atau acuan dalam pendidikan/pelatihan. Penerapan SNI perlu terus digalakkan baik oleh pemerintah maupun pihak terkait lainnya sehingga mutu produk di Indonesia semakin baik dan masyarakat terlindungi dan menggunakan produk–produk yang bermutu.

Industri tentunya mempunyai berbagai alasan dan pasar menuntut kebutuhan akan standar. Selain itu prasarana penunjang atau infrastruktur yang ada di Indonesia telah mendukung kebutuhan industri, untuk itu pada kajian ini ingin mengetahui seberapa jauh industry telah merespon kebutuhan terhadap SNI.

About these ads

About kurniawanadha

i'm the man

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s