Penerapan Mekanisasi Pertanian

Indonesia merupakan Negara yang mempunyai areal pertanian yang sangat luas dengan penduduknya yang mayoritas bermata pencaharian Petani maka tidak salah apabila Indonesia disebut dengan sebutan Negara agraris. Dengan kondisi yang seperti ini Indonesia seharusnya mampu menopang perekonomianannya dari sektor pertanian, tetapi pada kenyataanya hal tersebut tidak sesuai dengan saat ini. Kemudian munculah Pertanayaan Kenapa?…….

Ketika kita menengok kedesa yang mayoritas berisi para petani dan lahan pertaniannya, ketika kita melihat pada musim tanam dan panen maka tidak heran kita melihat semua petani yang ada berada dan bekerja disawah. Tetapi kondisi ini akan berjalan efektif apabila di jumlahkan hanya sekitar 25-35 hari, sementara masa pra tanam sampe panen adalah sekitar 3-4 bulan sehingga para petani menghabiskan untuk kegiatan yang kurang produktif tetapi pengeluarannya selalu setiap hari. Kehidupan social petani yang seperti ini akan selalu menimbulkan dampak negative salah satunya adalah dengan kepemilikan lahan rata rata 0,3 H dengan masa panen sekitar 3-4 bulan maka nilai tukar yang didapatkanpun tidak akan cukup untuk memenuhi kehidupan keluarganya 3-4 bulan kedepan, dengan realita yang seperti dan masih banyaknya waktu produktif yang terbuang maka tidak heran apabila petani identik dengan kata garis kemiskinan.

 

            Dengan keadaan social yang seperti itu justru menimpulkan rasa tidak puas menjadi Petani, hal ini lah yang menyebabkan pemuda atau anak tani justru tidak mau menggantungkan diri dengan bertani. Maka hal itulah yang menyebabkan meningkatnya laju urbanisasi, dimana diperkirakan pada tahun 2025 akan mencapai 65-75% laju urbanisasi. Dengan kondisi seperti ini maka pemerintah sebagai stakeholder terbesar harus mengambil langkah cepat, salah satunya adalah dengan meningkatkan perhatiaanya kembali ke bidang Pertanian yang Mayoritas digeluti Masyarakat Indonesia. Secara langsung tingkat pemerataan penduduk pun tidak terjadi dengan laju urbanisasi yang begitu besar. Bias yang didapat dari kurangnya perhatian ini sangat besar sekali dampaknya salah satunya yang tadi disebutkan yaitu laju urbanisasi, yang kedua adalah sumberdaya dalam bidang  pertanian akan semakin menurun, dan masih banyak lagi bias yang lainnya. Dengan adanya laju urbanisasi ini maka perhatian pemerintah pun jadi terpusat, yaitu pada central penduduk atau daerah yang mempunyai jumlah penduduk yang banyak, karena daerah tersebut mempunyai masalah yang kompleks mulai dari pemukiman,transportasi,energy, lapangan kerja, fasilitas umum dan masih banyak yang lain yang mana merupakan bias dari laju urbanisasi. Dengan ketidak merataan ini maka maka lama kelamaan sektor yang mampu menjadi menjadi penumpu semua itu justru kurang diperhatikan kembali dikarenakan bias masalah yang ditimbulkan. Perhatian pemerintahpun secara nyata akan tercentral atau terpusat pada daerah yang mempunyai bias masalah yang harus cepat ditangani.

Pada faktanya dengan adanya bias masalah itu maka perlu adanya perhatian kembali pemerintah ke pertanian, ini dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama maka sektor pertanian akan bangkit kembali dengan adanya perhatian pemerintah yang lebih. Dengan kata lain apabila pertanian kembali bangkit maka kebutuhan pangan terpenuhi, lapangan kerja terpenuhi di Daerah pedesaan yang mana penyebab adanya sebagian masalah di Negara ini adalah Urbanisasi yang disebabkan karena kurangnya lapangan pekerjaan dipedesaan. Dengan adanya perhatian pertanian kembali maka petanipun akan memiliki harapan yang jelas, dan itu mampu mengatasi sebagian masalah dinegeri ini dan bias biasnya.

Pembangunan dan perhatian terhadap pertanian akan mampu mereduksi laju urbanisasi, yang mana sikap ini dilihat ketika para petani dan anak petani sudah tidak merasa mempunyai masa depan ketika bergelut dibidang pertanian. Maka dampak dari masalah ini mulai dari Ketidak Merataan Penduduk, Lapangan pekerjaan,transportasi,pemukiman dan yang lain ini dapat diatasi dengan memberikan perhatian kepada sektor pertanian. Dan kebiasaan kebiasaan petani pun akan dapat berubah dengan tetap memberikan perhatian terhadap pertanian pedesaan. Apakah pertanyaan diatas tadi sudah terjawab”KENAPA?”… menurut saya penyebab kenapa pertanian belum mampu menjadi sektor penopang perekonomian adalah, perhatian terhadap pertanian kurang karena lebih diarahkan kepada Industrialisasi, dan hasil pertaniannya pun hanya dihulu untuk hilirnya belum banyak diperhatikan. Yang kedua adalah lebih cenderung mengatasi bias bias yang terjadi akibat kurang perhatiaanya dalam sektor pertanian. Pandangan ini berdasarkan dari sudut pertanian yang mana mempunyai cakupan wilayah yang sangat luas.

 

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s